Welcome, visitor! [ Register | Loginrss  | tw

Penerapan Toleransi Pada Masa Khilafah Ottoman

| untuk kita tahu | 02/07/2014

Khilafah Ottoman hampir seabad yang lalu masih memberikan pelajaran bagi muslim saat ini, pelajaran bagaimana penerapan toleransi pada masa itu untuk menjamin kebebasan beragama, menjamin keselamatan & hubungan yang saling menghormati antar penganut keyakinan. Artikel ini bersumber & diterjemahkan dari artikel dari web onislam.net . Semoga artikel ini memberikan kita pelajaran & inspirasi sehingga tercipta kerukunan yang saling menghormati & menyayangi sesama makhluk.

Sebagaimana ke khilafahan yang pernah ada sebelumnya, Ke Khalifahan Ottoman memperlihatkan Penerapan toleransi yang tinggi & diakuinya keberadaan komunitas non muslim pada pemerintahan tersebut. Perlakuan tersebut adalah didasarkan pada hukum Islam yang ada tentang status bagi non-Muslim. Mereka mendapatkan perlindungan, kebebasan melakukan aktifitas keagamaan, & bebas dari penganiayaan sesuai dengan hukum syariah.

Sebuah preseden & pertama kali adalah penerapan toleransi berdasar pada sejarah Perjanjian Umar ibn al-Khattab ( Khalifah kedua pada masa khulafau Rasyidin), di mana pada saat Yerusalem di taklukan, ia menjamin penganut Kristen di Yerusalem mendapatkan kebebasan total & keselamatan dalam melakukan perintah agamanya.

Pada masa Khilafah Ottoman ( Utsmaniah) pertama kali penerapan toleransi terjadi adalah pada masa Sultan Mehmed II pada tahun 1453 dimana masa khilafah ini memerintah warga kristen yang amat besar setelah penaklukan konstantinopel. Secara histori, konstantinopel pada saat itu adalah pusat dari kegiatan Kristen Orthodox dunia dengan populasi penganut kristen yang amat besar. Sejak saat itu, kekhalifahan ini terus berkembang masuk ke Eropa & semakin banyak populasi Non-Muslim yang berada dibawah otoritas Khilafah Ottoman.

Penerapan Toleransi Sistem Millet Khilafah Ottoman

Sebagai Contoh, pada tahun 1530, lebih dari 80 persen populasi penduduk dalam otoritas Ottoman di Eropa adalah non muslim. Menghadapi kenyataan ini, Sultan Mehmed menerapkan sebuah sistem baru yang kemudian disebut dengan sistem Millet.

Pada sistem Millet ini, Setiap kelompok agama di organisasikan kedalam sebuah Millet. Kata Millet berasal dari bahasa Arab yang berarti “nation” atau bangsa. Sistem millet ini juga mengindikasikan bahwa Khilafah Ottoman menjadi pelindung bagi multi bangsa (nations). Setiap kelompok group tersebut memiliki komunitas dari millet mereka sendiri, & di wilayah khilafah ottoman terdapat banyak millet. Sebagai contoh, Semua penganut Kristen Orthodox dalam wilayah khilafah tersebut dianggap sebuah millet, sementara semua orang yahudi merupakan Millet tersendiri ( yang lain ).

Setiap millet tersebut di perkenankan untuk memilih figur seseorang untuk memimpin millet mereka. Dalam kasus Gereja Ortodoks (Gereja terbesar di Kekaisaran Ottoman), Patriark Ortodoks (Uskup Agung Konstantinopel) terpilih menjadi pemimpin millet ini. Para pemimpin millet tersebut diizinkan untuk menegakkan aturan agama mereka sendiri pada orang-orang mereka. Hukum Islam (syariah) tidak memiliki yurisdiksi atas non-Muslim di Kekaisaran Ottoman.

Dalam kasus tindak kejahatan, pelaku kejahatan akan dihukum sesuai dengan aturan agama mereka sendiri, bukan dari hukum Islam atau aturan aturan dari agama yang lain. Sebagai contoh, jika seorang Kristen melakukan pencurian, ia akan dihukum menurut hukum Kristen tentang pencurian. Jika seorang Yahudi yang mencuri, ia akan dihukum menurut hukum Yahudi, begitu juga dengan agama-agama yang lainnya.

Hukum Islam akan diperlakukan saat pelaku kejahatan adalam seorang muslim atau ketika terjadi kasus yang melibatkan dua orang atau lebih dari millet yang berbeda. Dalam kasus ini, seorang hakim Muslim akan mengambil alih kasus ini & menghukum menurut penilaian terbaik dari sang hakim & hukum umum yang berlaku.

Di samping hukum agama, millet-millet tersebut juga diberi kebebasan untuk menggunakan bahasa mereka sendiri, mengembangkan lembaga milik mereka sendiri (gereja, sekolah, & lainnya), & mengumpulkan pajak. Khilafah Ottoman hanya melakukan kontrol atas millet melalui para pemimpin mereka.

Para pemimpin masing-masing millet melaporkan kepada khalifah jika terjadi masalah pada milletnya, khalifah akan memberikan konsultasi kepada pemimpin millet tersebut. Secara teoritis, penduduk muslim pada khilafah muslim juga merupakan sebuah Millet & Khalifah adalah pemimpin dari millet tersebut.

Legacy / Warisan

Ketika Tanzhimat liberal yang disahkan pada 1800-an, sistem millet dihapuskan, Sebuah sistem yang lebih bergaya pemerintahan sekuler Eropa.

Khilafah Ottoman berlangsung dari tahun 1300 hingga 1922. Sebagian besar dari seluruh sejarah ini, sistem millet menjadi sistem kerukunan umat beragama & dimiliki di seluruh era khilafah. Sebagaimana khilafah ini berkembang,
lebih banyak millet dibentuk. Millets terpisah pernah ada untuk Armenia, Katolik, & Kristen Ortodoks, misalnya,
dengan masing-masing sekte yang dibagi lebih lanjutmenjadi gereja regional yang lebih spesifik.

Sistem millet ini tidak bertahan hingga runtuhnya Khilafah Ottoman. Sejak tahun 1700 Khilafah ini mulai melemah & pada tahun 1800 an, intervensi Eropa semakin berkembang. Ketika Tanzhimat liberal yang disahkan pada tahun 1800-an, sistem millet dihapuskan, Khilafah ini telah berubah & lebih bergaya Eropa yang pemerintahannya sekuler.

Selanjutnya, Dinasti Ottoman dipaksa untuk menjamin “Hak” yang tak jelas bagi agama minoritas, padahal faktanya malah membatasi kebebasan mereka. Bukannya mereka diizinkan untuk memerintah diri mereka sendiri menurut aturan mereka sendiri, semua kelompok agama dipaksa untuk mengikuti perangkat aturan hukum sekuler. Dan inilah menjadi penyebab ketegangan dalam wilayah khilafah ini, yang merupakan salah satu penyebab terjadinya genosida Armenia selama Perang Dunia Satu yang merupakan saat sekaratnya dinasti Ottoman.

Sistem millet merupakan solusi unik & kreatif  untuk menjalankan sebuah pemerintahan besar yang multi etnis & multi agama. Pemberian hak & kebebasan diberikan kepada agama minoritas jauh di depan dari waktu mereka.  Sementara Eropa masih berjuang dengan enindasan agama pada tahun 1900-an, Ottoman telah menciptakan sistem pluralistik agama yang harmonis & stabil serta menjamin kebebasan beragama selama ratusan tahun.

Sumber : http://www.onislam.net/english/politics/transnational/468947-rights-of-non-muslim-in-the-ottoman-empire.html

1015 total views, 1 today

  

Berikan komentar

Sponsor – Tag Blog – Cari Iklan

SponsorTag BlogCari Iklan
bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online

Iklan Teks

Iklan Teks
Klik Pada Judul Will Open in New Tab
Manfaatkan Space Iklan Teks Termurah ini untuk tingkatkan pengunjung blog atau jualan anda. Klik pada title utk Info lebih lanjut
Manfaatkan Space Iklan Teks Termurah ini untuk tingkatkan pengunjung blog atau jualan anda. Klik pada title utk Info lebih lanjut
Banyak Orang Indonesia yang bergabung, aktif disitus & dapat bayaran. SELALU MEMBAYAR sejak Tahun 1997 (+16 tahun)
Ebook format PDF bahasa indonesia dengan total 359 halaman pdf. Mengupas Tuntas menjadi Teknisi Laptop
Vimax terbuat dari 100% Bahan alami, Tanpa Efek Samping & udah beredar di pasaran dari tahun 2000 & merupakan salah satu herbal terbaik di canada.  Manufactured By PillsExpert.Inc 5674 Canada
Masker pemutih wajah original Jepang dengan sertifikasi Internasional, Populer di Jepang, China & Korea. Ampuh tangani Jerawat dalam tempo singkat.
Manfaatkan Space Iklan Teks Termurah ini untuk tingkatkan pengunjung blog atau jualan anda. Klik pada title utk Info lebih lanjut
Ebook Indonesia – Panduan perbaikan Motherboard Laptop lengkap hingga cara baca skema motherboard laptop. Lengkap dengan screenshoot, Total 222 halaman pdf.
Manfaatkan Space Iklan Teks Termurah ini untuk tingkatkan pengunjung blog atau jualan anda. Klik pada title utk Info lebih lanjut
Manfaatkan Space Iklan Teks Termurah ini untuk tingkatkan pengunjung blog atau jualan anda. Klik pada title utk Info lebih lanjut
Space Super Besar 2 GB – Bandwith 100 GB Benar-benar Generasi Baru Web Hosting Gratis – No Iklan Ada web builder lho

© 2016 Widaya.com. All Rights Reserved.

Twitter